Sudah jadi rahasia umum, mendapatkan transportasi dengan mudah setelah kita landing & hendak melanjutkan perjalanan, masih menjadi mimpi kita bersama, dan tentu saja PR besar bagi pihak terkait.
Order taksi bandara, biasanya tanpa argo, harga tembak yang sangat mencekik, bayangkan saja jarak tempuh yang tak sampai 5 kilometer bisa dihargai lebih dari 50.000 and this is my true experience.
Saat kita memesan ojek atau taksi online, selalu saja kesulitan karena biasanya para driver enggan mengambil order dari bandara dengan berbagai alasan. Intinya, transportasi di area Husein Sastranegara masih dikuasai segelintir oknum apalah apalah ~you know what I mean, rite? Sehingga pengemudi transportasi online ogah menerima resikonya.
Dunia belum kiamat, beribu cara masih bisa kita lakukan untuk mensiasati keadaan ini. Paling mudah, kita jalan saja dulu ke depan menuju jalan besar (Jl. Abdurrahman Saleh), itupun kalau barang bawaan ga bikin ribet. Kurang lebih hanya 300-400 meter saja kok, itung–itung berolahraga. Nah dari sana, kita sudah bebas memesan apa saja, karena sudah berada di luar area “genting” ππ
Cara lain yang bisa dicoba, tetap pesan taksi/ojek online, pada saat order kita ada yang menerima, langsung saja berkomunikasi via chat, tanya apakah mereka mau menjemput kita di bandara, tetapi pada saat memasuki area Husein aplikasi online mereka matikan, kemudian lanjutkan dengan SMS, telepon atau Whatsapp. Bisa pula disisipkan akting nantinya seolah kita dan penjemput adalah kawan atau famili. Jangan lupa kita lebihkan ongkosnya sebagai apresiasi terhadap usaha lebih yang dilakukan sang driver. [Brew]
Boljug nih
LikeLike
Hi Alex… π
LikeLike