Mall Hits Bandung

Bagai jamur di musim hujan, jumlah mall di Bandung terus bertambah seiring berkembangnya pembangunan kota. Hampir setiap penjuru mata angin, kayaknya sudah terwakili dengan mall-nya sendiri, hadir dengan kekhasan dan fans masing-masing, sesuai dengan segmen yang mereka sasar.

Kemudian muncul pertanyaan, antara BIP dan PVJ enak mana buat nongkrong? Wahai netizen yang terhormat, kedua mall ini sudah pasti gak bisa di-compare plek-plekan kayak gitu, karena gak apple to apple (kalau kata netizen mah). Keduanya ramai dengan karakter pengunjung yang berbeda. Alhasil, ini sangat berpengaruh pada jenis/brand tenant yang ada di dalamnya, juga profil pengunjung setianya.

Mari kita ulas beberapa mall yang dianggap hits & favorit di kota Bandung berikut ini dari sudut pandang @bulecilada

1. Paris Van Java (PVJ), menempati bekas kawasan militer (Brimob) dan berlokasi sangat strategis tepat di pinggir jalan utama Sukajadi dengan bangunan utama tidak terlalu tinggi, mall ini sukses menjadi salah satu tempat hangout kesukaan para pendatang & tentu warga Bandung-nya sendiri. Mall yang dicaci sekaligus dicinta. Dicibir karena pada saat weekend selalu dianggap jadi biang kemacetan kawasan Sukajadi, Cipaganti dan sekitarnya ~meskipun sebenernya ya, penyebab macet daerah sini adalah kombinasi antara semrawutnya angkot ngetem, penyebrang jalan & banyaknya pedagang kaki lima di kiri kanan trotoar Jl. Sukajadi ini. Selain itu, akses masuk mall yang kurang efektif terutama yang datang dari arah utara bikin kendaraan harus memutar balik & memotong arus kendaraan dari arah sebaliknya. PVJ juga kerap jadi bahan nyinyiran karena dianggap mall yang gak pernah selesai renovasi, termasuk kasus “basement” beberapa tahun lalu. Untuk konsep, ada yang bilang, PVJ mirip sekali mall Citos di Jakarta Selatan, hmm.. ~orang Jakarta ni kayaknya yang bisa jawab mirip atau enggak yaa?! Beberapa tenant fashion branded ada di PVJ, seperti Zara, Mango, Topman, Bershka dan H&M serta yang lainnya di-mix sama tempat nongkrong hits bawaan dari Jakarta & lokal Bandung yang sudah jadi favorit sebelumnya. Sekedar ngopi doang sampe makan “berat”, dari sushi, masakan Sunda sampe fast food, di PVJ sungguh lengkap! That’s why mall ini gak pernah sepi. Untuk urusan nonton film terbaru, PVJ punya CGV (dulu dikenal dengan Blitz Megaplex, dan di sinilah Blitz pertama di Bandung berada). Di rooftop bagian selatan mall ini ada area hijau yang dipadukan sama arena ice skating berdinding kaca. Selain itu nikmati pula sebuah air terjun buatan di sebelah tenggara rooftop.

(4,5 dari 5 untuk PVJ)

2. 23Paskal, banyak pula yang salah nyebut jadi Paskal 23. Mall terbaru untuk sementara ini, berlokasi di kawasan Paskal Hyper Square yang dulu hits sama Paskal Food Market-nya. Sebelum ada 23Paskal, daerah ini lebih pas disebut sebagai kompleks niaga, secara isinya ruko-ruko gitu. Dari karaoke sampe tempat kursus ada di Paskal Hyper Square ini. Hadirnya 23Paskal sedikit banyak sudah meng-upgrade ambience di sini, apalagi sekarang diintegrasikan sama kampus Binus dan Yello Hotel. Brand fashion papan atas mengisi jajaran tenan di mall berlantai 3 ini. Zara, H&M, Uniqlo, Pull & Bear, dll jadi surga buat ahli shopping ~ga mesti ke Jakarta lagi. Kelebihan dari 23Paskal adalah area parkirnya, mau di basement atau pelataran mall & ruko sekitar, mangga! Meski kalo buat nongkrong lama chit-chat sih menurut saya masih kalah cozy sama PVJ. Jaringan bioskop yang ada di 23Paskal adalah milik CGV dengan studio andalan bernama Starium, menawarkan kelebihan layar cekung yang lebih besar daripada umumnya layar bioskop, kapasitas penonton hampir 500 seat, kursi lebih empuk dan beberapa kelebihan lainnya.

(4,4 dari 5 untuk 23Paskal)

3. Trans Studio Mall (TSM), begitu populer sebagai destinasi belanja & hangout warga Bandung di awal 2000-an hingga kurang lebih 2 tahun ke belakang. Perlahan tapi pasti pamornya tidak sekencang dahulu, entah karena munculnya mall-mall baru atau karena faktor lain. Memang sih gak sepi-sepi amat, visitor loyal masih tetap rajin menyambangi mall grup-nya Chairul Tanjung ini di waktu senggang, khususnya weekend. TSM masih jadi andalan warga Bandung Timur seperti Ujung Berung, Arcamanik, Antapani, Margahayu, Bubat dan daerah-daerah sekitarnya. Kelebihan mall yang tergabung dalam Trans Corp ini terintegrasi dengan fasilitas hiburan papan atas seperti Trans Studio Bandung (pusat permainan mirip Dufan, tapi berada di dalam ruangan ~indoor), lalu ada pula Trans Luxury Hotel ~yang konon merupakan hotel bintang enam pertama di Bandung, serta Ibis untuk hotel kelas budget-nya, dengan fasilitas MICE yang sangat mumpuni tentunya, terbukti beberapa event internasional kerap diselenggarakan di Trans Convention Center. Untuk moviegoers yang ingin update film terbaru jangan khawatir, ada bioskop bagus XXI di sana dengan rate sama seperti di Ciwalk.

(4,4 dari 5 untuk TSM)

4. Bandung Indah Plasa (BIP), dengan lokasi strategis tengah kota, konon ini adalah mall pertama di Bandung ~yang mampu bertahan hingga sekarang, dan gak pernah sepi pengunjung. BIP ini menyasar customer kelas menengah, terlihat jelas dari tenant-tenant yang ada di dalamnya. Kalo di-compare dengan kondisi tahun 90-an ~duh ketauan umur gw~, rasanya gak beda jauh, BIP selalu rame, penuh sesek apalagi saat liburan. Grup Lippo ini memang gak salah perhitungan, memiliki “mesin uang” berbentuk mall yang ada di Jl. Merdeka sebrang-sebrangan sama toko buku Gramedia yang juga legendaris. Pelataran depan dan atrium BIP tak pernah kosong dari event semacam bazar, jualan properti atau otomotif. Setiap space terus digenjot buat ngasilin duit. Great job! Empire adalah nama bioskop di sana, sama seperti TSM, dikelola oleh grup twentyone.

(4,2 dari 5 untuk BIP)

5. Cihampelas Walk (Ciwalk), berada di area destinasi wisata yang sudah terkenal lama, Cihampelas, mall berkonsep “menyatu dengan alam” ini punya fans fanatik tersendiri, dengan sasaran pengunjung kelas menengah. Jauh sebelum PVJ dibangun, Ciwalk menawarkan konsep kafe udara terbuka (open air ambiance) yang sepertinya pas untuk cuaca kota Bandung, adem adem manja gitu, hehe. Hiruk pikuk Jl. Cihampelas seketika lenyap begitu masuk area Cihampelas Walk. Gak banyak tenant fashion branded di sini. Tampaknya Ciwalk memang diutamakan buat orang-orang yang ingin nongkrong, jadi wajar jumlah kafe justru lebih dominan dibanding fashion, mulai dari area drop off depan hingga kiri kanan gedung utama mall, semua kafe, all segments. Oya, untuk update film terbaru, ada bioskop XXI berteknologi mutakhir Dolby Atmos & layar cekung, termasuk juga studio The Premiere di Cihampelas Walk.

(4,5 dari 5 untuk Ciwalk)

[Brew]

Leave a comment