Satu hingga dua dekade ke belakang, Bandung sangat terkenal dengan keberadaan Factory Outlet (FO)-nya. Di jalan-jalan utama seperti Dago, Cihampelas, Riau, bahkan Setiabudi dapat dengan mudah kita temui FO. Berkunjung ke Bandung serasa belum lengkap kalau tak belanja dulu di FO.
FO dikenal sebagai toko sisa ekspor yang menjual branded items dengan harga (sedikit) miring untuk produk-produk yang tak lolos Quality Control (QC), atau istilah awamnya: barang rijek. Factory Outlet pernah mengecap masa keemasannya di sepuluh hingga dua puluh tahun lalu dan perlahan mulai memudar meski tidak benar-benar lenyap dari eksistensinya.
Sisa-sisa kejayaan itu, kini masih dapat ditemui di Jl. Ir. H Juanda atau Dago, Jl. RE Martadinata atau Jl. Riau dan satu lagi, ada di daerah sejuk Bandung Utara, tepatnya di Jl. Setiabudi beberapa ratus meter setelah Jl. Cipaganti. Yuk kita mampir ke Rumah Mode.
FO yang satu ini seolah tiada matinya, 7 hari seminggu 365 hari setahun on terus termasuk di hari besar seperti Lebaran dan Natal. Sang pengelola berhasil menjadikan Rumah Mode sebagai destinasi “wajib” bagi para pelancong, terutama turis domestik. Sehingga saya pun berpendapat, Rumod ini kalau diumpamakan, seperti Krisna-nya Bali, seolah gak lengkap berlibur ke Bandung tanpa mampir ke Rumod, meski dengan konsep yang berbeda tentunya.
Lalu ada apa aja sih di dalamnya? Baiklah, kita masuk saja ke dalam yuk! Kesan pertama yang terlihat dari luar, area Rumah Mode ini begitu sejuk & asri, dikelilingi pepohonan tinggi yang rindang dengan bangunan bergaya klasik. Area parkir kendaraan luas, dikelola secara profesional oleh pihak ketiga spesialis pengelola parkir. Tapi meski terbilang luas, tetap saja kita akan kesulitan mendapat space parkir saat weekend tiba. Sebuah kewajaran yang tak bisa dibantah lagi.
Terdapat 2 bagian utama di Rumah Mode, pertama area shopping yang ada di sebelah barat, di dalam bangunan berbentuk rumah dengan “teras” dilengkapi taman dan kolam ikan Koi, sehingga nuansa homy begitu kental terasa, jauh dari kesan kaku seperti di mall. Barangkali ini salah satu trick dari pengelola agar pengunjung betah & membeli lebih banyak item, lagi dan lagi.
Di dalamnya pun terbagi lagi menjadi 3 area, yaitu pakaian wanita, pria dan anak-anak dengan pilihan melimpah. Sebuah pusat belanja fashion yang pas untuk keluarga (pelancong).
Lelah berkeliling di area fashion, kita bisa istirahat sejenak sambil menikmati beragam pilihan menu di bagian tengah area Rumah Mode, terpisah dari bangunan utama. Di area khusus bersantap & bersantai ini, ada puluhan opsi food & beverage mulai dari camilan ringan hingga makanan berat semua ada.
Bersantap sambil ditemani gemercik air dan hembusan angin sejuk khas Bandung Utara adalah ambience yang sempurna bagi mereka yang lelah denga hiruk pikuk kesibukan pekerjaan di kota besar seperti Jakarta.
Kita juga tak perlu khawatir kekurangan uang cash, karena Rumah Mode menyediakan ATM center dari beberapa bank utama Indonesia.
Toilet tersedia dengan fasilitas seperti hotel berbintang, bahkan bisa kita jumpai toilet khusus manula dan difabel.
Mushola? Jangan risau, karena di sini tetap bisa menunaikan kewajiban sholat dengan fasilitas sangat baik, nyaman & layak diacungi 2 jempol. Saya sendiri, saat merasa penat terkadang menyengaja berdiam diri di Rumah Mode beberapa saat, untuk sekedar me-recharge mood hingga kembali positif. Ada sedikit nuansa Pulau Bali yang saya rasakan saat ada di sini, dan mungkin inilah magic serta daya tarik tersembunyi dari FO hits sepanjang tahun bernama … Rumah Mode. [Brew]
Oya, artikel ini dipastikan bukan endorsement. 😄😄😄